Tampilkan postingan dengan label life story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label life story. Tampilkan semua postingan

06 Juni 2012

Ternyata Banyak Orang Istimewa di Sekitar Kita

Cerita ini tentang kejadian di kereta pas aku balik ke Jogja seminggu lalu, tapi gara-gara lagi banyak kerjaan ngajar buat persiapan OSP jadi baru sempet nulis sekarang. Sebenernya juga udah agak-agak lupa sama materi Astronomi tapi nekat aja nerima tawarannya, kan lumayan buat tambahan uang saku liburan, hehe... 

Sebenarnya banyak orang-orang istimewa yang ada di sekeliling kita tapi kita nggak tau. Sapa tau orang yang makan semeja sama kita di warteg adalah pengusaha sukses, atau sapa tau orang yang lagi satu angkot sama kita peraih juara lomba tingkat internasional, atau sapa tau orang yang sebangku sama kita di kereta ternyata produser band besar. Masalahnya tinggal kita sendiri mau apa nggak buat membuka diri buat mengenal mereka. Secara alami memang manusia cenderung defensif terhadap sesuatu yang belum terlalu dikenalnya, termasuk orang asing. Makanya itu kalo lagi di tempat/kendaraan umum jarang banget orang mau ngobrol akrab sama orang yang belum dikenalnya.

Sore itu aku berangkat ke Stasiun Hall, Bandung dari kosan jam 6.15 sore, saking traumanya hampir ditinggal kereta pas balik Jogja edisi sebelumnya. Gak nyangka angkotnya cepet banget, jam 6.30 udah sampe stasiun. Mungkin gara-gara pas itu lagi hujan deres, jadi sang sopir angkot tercinta males ngelakuin hobinya, ngetem lama-lama. Turun dari angkot malah jadi bingung mau ngapain, soalnya keretanya baru berangkat jam 8 malem. Ya udah, buat ngabisin waktu diputusin buat jalan-jalan di sekitar stasiun sambil cari cemilan buat di kereta nanti. Tapi setelah liat uang di dompet tinggal 50ribu dan belum makan, jadinya cuma beli sebotol air mineral 600ml dan sebungkus snack Oishi Pillows rasa coklat trus sisanya buat beli paket ekonomis "HokBen" di stasiun. Gaya-gayaan aja makan di HokBen, padahal niat aslinya cuma numpang ngadem sambil nungguin kereta ditarik ke tengah,haha...


Abis keretanya udah ditarik ke tengah, aku baru naik. Nah, pas udah ketemu tempat duduk sesuai di tiket, di tempat duduknya udah ada satu mas-mas serem yang nempatin. Masnya tadi rambutnya panjang bergelombang sebahu, pake celana jeans sama kaos. Terus saya ngeliat barang-barang di sekitarnya, di atasnya ada keyboard sama ampli, di bawah kakinya ada tas ransel yang kayaknya di dalemnya ada leptop(soalnya keliatan di jagain banget). Tebakan awal saya kerjaan masnya ini pasti musisi, mungkin rocker. Di tengah lamunan saya masnya tiba-tiba tanya, "Duduk di sini mas?" Mas-mas tadi langsung geser ke tempat duduk yang deket sama kaca dan mempersilahkan saya duduk di tempatnya. Setelah saya naruh tas ransel di atas dan duduk, masnya ngomong,"Mas bisa tolongin saya nggak?" Pikiran saya udah ke mana-mana nih pas masnya tanya gitu, saya cuma bales, "Kenapa Mas?" terus Mas nya jawab, klo dia laper dan uangnya ketinggalan di jaket yang dikasih ke istrinya. Mas-nya cerita klo pas perjalanan ke stasiun tadi dia sama istri dan anaknya kehujanan naik motor, terus karena kasihan dia ngasihin jaket dan nyuruh istri dan anaknya nunggu sampe hujannya selesai baru pulang ke rumah, terus dia ke stasiunnya naik angkot.

"Saya punya makanan ni mas", saya langsung berdiri ngambil air mineral sama snack Pillows yang dibeli tadi dan ngasihin ke Mas nya. Mas nya bilang terima kasih, terus nunjukin bukti BBM-annya sama istrinya yang lagi khawatir yang salah satu isinya berdoa semoga suaminya dapet temen sebangku yang baik. Setelah itu mas-nya memperkenalkan diri, namanya Uki. Dia mau ke Solo, ke tempat Ustadnya yang mau buat album religi (bentar lagi kan Ramadhan). Dia dulu musisi band metal gitu tapi sekarang jadi produser musik. Dia pernah bikinin lagu buat Astrid (judulnya Kosong) dan Tia AFI (judulnya Salahkah Ku). Dia juga pernah jadi Co-Producer buat Albumnya Nidji sama Utopia. Sekarang dia punya music production yang biasanya bantuin rekaman band-band Indie gitu. Habis cerita itu dia nunjukin lagu-lagu yang lagi digarap sekarang ke aku dari leptopnya pake headset. Lucu aja rasanya dengerin lagu yang belum realease,haha... Selain itu Masnya juga ngundang aku ke studio tempat bikin video klip di Jogja buat jadi penari latar balikin makanan dan minuman tadi, tapi tanggal itu aku juga lagi ada kerjaan di Purwokerto dan lagian juga aku ikhlas ngasihnya. Habis selesai ngobrol panjang sama Mas-nya tadi aku langsung tidur. Habis keretanya udah nyampe Jogja aku pamit buat turun duluan.

Gara-gara itu aku jadi lebih aware sama lingkungan sekitar, sapa tau bisa lebih banyak ketemu orang-orang istimewa lainnya :)

Baca Selanjutnya ..

30 Desember 2011

Mari Merantau

Beberapa waktu yang lalu ada salah seorang teman yang nge-tweet-in ini. Isinya tentang anjuran merantau dari salah satu tokoh besar. Menurut saya sih bagus buat nyemangatin orang-orang yang sedang atau akan merantau, termasuk saya. Dan katanya syair ini diceritakan ke setiap siswa Pondok Pesantren Gontor tingkat empat dan juga ditulis di buku Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi. Berikut ini adalah isi syair yang saya ceritakan.


     Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman 
     Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang 
     Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
     Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

     Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
     Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang

     Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa  
     Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran

     Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
     Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

     Rembulan jika terus-menerus purnama sepanjang zaman
     Orang-orang tak kan menunggu saat munculnya datang

     Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
     Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika didalam hutan

Author : Imam Syafii

Baca Selanjutnya ..

22 Desember 2011

Ibu Nomor Satu di Dunia

Maaf kalau postingan ini kurang berkenan. Ini hanyalah sebagian dari ungkapan sayangku kepada sesosok wanita yang paling aku kagumi dan sayangi. Ya, dialah Ibuku. Ibu Nomor Satu di Dunia. Paling Tidak di Duniaku. Memang tak ada kata yang sanggup menggambarkan besarnya pengorbanan Beliau, termasuk ungkapan yang aku berikan tadi. Ada banyak hal yang membuat aku sebegitu kagum dan sayangnya kepada Beliau. Dan berikut ini adalah sebagian kecil yang dapat aku ceritakan kepada kalian.

Mulai dari aku kecil. Ayahku pernah bercerita tentang sulitnya Ibuku melahirkan aku. 13 September 1992 setelah aku dilahirkan, Beliau langsung tidak bisa melihat. Setelah itu Beliau dilarikan ke rumah sakit mata YAP untuk dilakukan operasi pada matanya. Syukur Alhamdulillah, Ibuku dapat melihat kembali, meskipun minus matanya bertambah dari yang semula -6 menjadi -13. Betapa beraninya Beliau dan sayangnya Beliau kepadaku sampai-sampai Beliau berani mempertaruhkan hidupnya demi anaknya yang belum tentu bisa menjadi orang yang taat dan shaleh.

Saat aku masih TK, aku pernah mengalami kejadian yang sampai saat ini membuatku menyesal melakukannya. Waktu itu sepulang sekolah, aku bermain di tempat Ibuku bekerja, yaitu sebuah tempat menjahitkan pakaian perempuan, Modeste Atun namanya. Setelah itu lewatlah seorang anak laki-laki yang umurnya kira-kira seumuran denganku. Dia mengajak aku ngobrol. Kami pun mengobrol dengan asyiknya, aku sendiri lupa apa yang kami bicarakan waktu itu. Lalu aku diajaknya bermain di rumahnya. Karena saking senangnya aku langsung mengiyakan dan lupa berpamitan pada Ibuku. Ibuku pun sangat gundah karena anak semata wayangnya tiba-tiba hilang. Beliau mencari ku sampai seluruh penjuru desa. Beliau bertanya kepada setiap orang yang ditemuinya tentang keberadaanku, namun tidak ada orang yang tahu. Beliau bahkan mencariku sampai menyusuri Sungai Gajah Wong yang letaknya lumayan jauh dari rumahku, karena Beliau takut kalau-kalau aku main di sana dan hanyut. Hampir 4jam Beliau mencariku dan belum menemukanku. Saat itu aku merasa aku ingin pulang. Lalu temanku tadi dan Ibunya mengantarkanku kembali ke tempat Ibuku bekerja. Aku melihat Ibuku duduk sambil menangis dan dikerumuni teman-temannya yang sedang menenenangkan hatinya. Tanpa rasa bersalah aku datang dan berteriak memanggil "Ibuu..k". Ibuku pun langsung mengusap air matanya dan menghampiriku. Aku tahu Ibuku pasti akan marah padaku, dan memang itu adalah akibat yang pantas aku terima dari perbuatanku. Cubitan Ibuku kepadaku tak akan mengalahkan sakitnya perasaan Ibuku hari itu. Aku yakin, cubitan itu bukan karena Beliau benci kepadaku, tapi karena Beliau tidak ingin kehilangan aku untuk kedua kalinya. Dan mulai saat itu aku berjanji pada diriku sendiri untuk selalu memberikan kabar tentang keberadaanku jika aku keluar rumah. Aku hanya tidak ingin lagi membuat Beliau khawatir dan menangis seperti itu.

Selamat hari Ibu, Ibu Nomor Satu-ku Di Dunia. Semoga engkau selalu dilindungi Allah SWT, diberkahi kesehatan dan umur yang panjang. Doakan aku, agar aku bisa menjadi anak yang shaleh, yang dapat merawatmu dengan baik di hari tuamu nanti. Amin.

Baca Selanjutnya ..